Sebenarnya banyak teknik-teknik atau strategi dalam meningkatkan penjualan. Tapi yang di bahas kali ini dari segi manusianya. Karena dengan memahami manusia itu akan lebih mudah mempengaruhi orang tanpa perlu effort yang besar mapun skill yang jago. Tapi kalau bisa dua-duanya keren, disini kita akan fokus dari segi psikologi manusia. Untuk meningkatkan penjulaan itu bisa dipengaruhi oleh banyak faktor seperti :
- Marketingnya?
- Jumlah prospeknya?
- Connvertion ratenya?
- Dan nilai rata-rata transaksi yg disebut AOV.
Disini fokus akan membahas tentang cara meningkatkan rata-rata transaksi (AOV). Misalnya nih yang tadinya 1 orang beli dengan nilai 10 ribu kita naikan jadi 30ribu, 50ribu atau 100ribu. Jadi dalam 1 bulan anda mempunyai 900 customer dengan rata-rata nilai transaksi 1 orang 10 ribu, maka omset anda dalam 1 bulan 9 juta benar ya? Tapi jika mitra mampu menaikan AOV dari tadinya 10 ribu jadi 30 ribu maka omzet anda dalam 1 bulan naik 3 kali lipat. Caranya gimana sih?
- Dengan bundling beli 1 10ribu beli 3 25ribu, maka dengan seperti itu akan mendorong orang untuk beli lebih banyak karena merasa lebih hemat.
- Dengan menerapkan minimal order 3 cup atau 5 cup free delivery sampai tujuan dengan radius tertentu.
- Up SellingTawarin sejak awal "mau sekalian tambah topingnya yang mana kak?"Per topping 2 ribu kali 30 cup dapet 60ribu kan lumayan, kali sebulan udah berapa. Boleh minta kontak wa nya bapak/ibu karena nantinya kita ada promo banyak di saat pembelian dengan nomor wa.
- Cross SellingIni yang jadi pembahasan utama kalau sudah closing 1 produk maka kita akan menawarkan ntah itu produk yang murah atau yang mahal dan ternyata ada triknya nih. Mimin mau cerita dikit ya, ini kisah nyata yang mimin kutip dari salah satu buku karya James Clear.
Ada seorang filsuf Perancis bernama Denis Diderot. Hampir seumur hidupnya miskin. Tapi menariknya, semua keadaan itu berubah dalam satu hari. Saat Putri Diderot mau menikah ia tidak punya uang untuk membiayai pernikahan Putrinya. Meskipun tidak memiliki harta, Diderot terkenal karena perannya sebagai seorang pendiri dan Penulis Encyclopedie, salah satu ensiklopedi paling lengkap pada masa itu. Ketika Katarina Agung, Kaisar Rusia, mendengar masalah keuangan Diderot, hatinya terusik. Ia penggemar buku dan sangat menikmati hadirnya ensiklopedia itu. Ia niat membeli perpustakaan pribadi Diderot seharga 1.000 poundsterling pada masa itu. Dalam seketika Diderot mempunyai banyak uang. Dengan kekayaannya itu, ia tidak hanya mampu membiayai pernikahan putrinya tetapi juga membeli jubah untuk dirinya sendiri. Jubah itu sangat indah. Saking indahnya Diderot melihat tidak ada kecocokan lagi dengan barang-barang lain miliknya yang biasa-biasa aja. Diderot langsung merasakan dorongan untuk meningkatkan kelas harta miliknya. Ia mengganti karpetnya dengan karpet dari Damaskus. Lalu menghiasi rumahnya dengan patung-patung mahal. Kursi rotan yang lama ia buang diganti dengan kursi berlapis kulit. Dan masih banyak lagi. Belanja yang satu disusul belanja berikutnya. Jadi sebenarnya perilaku Diderot ini bukan tak lazim. Dan oleh sebab itu, kecenderungan belanja yang satu di susul dengan belanja berikutnya disebut juga dengan Efek Diderot.
Efek diderot mengatakan bahwa satu barang baru sering menciptakan spiral konsumsi yang mengantar ke belanja lebih banyak. Dan Saya yakin, Anda yang lagi nyimak juga sering menemui pola ini dimana mana. Contoh, ada orang yang membeli gaun lalu kemudian terpaksa ia harus membeli sepatu dan anting baru agar sesuai karena yang lama dirasa kurang pas jika dikanakan bersamaan dengan gaun baru. Atau malah mungkin Anda sendiri sering ngalamin hal ini? Hayoo ngaku
Banyak perilaku manusia yang mengikuti siklus ini. Niat nya cuma beli HP, tapi setelah itu jadi merasa butuh beli holder hp, tripod, power bank, kondom hp dan segala macam yang berhubungan dengan barang tersebut dibeli. Bener gak? Jadi sebenarnya perilaku Diderot ini bukan tak lazim. Dan oleh sebab itu, kecenderungan belanja yang satu di susul dengan belanja berikutnya disebut juga dengan Efek Diderot. Efek diderot mengatakan bahwa satu barang baru sering menciptakan spiral konsumsi yang mengantar ke belanja lebih banyak. Dan Saya yakin, Anda yang lagi nyimak juga sering menemui pola ini dimana mana.
Nah sifat dasar atau perilaku manusia seperti ini yang sebenarnya bisa kita gunakan sebagai strategi untuk meningkatkan nilai dalam satu tranksaksi. Tanpa perlu skill yang jago jago banget, saya yakin semua orang termasuk Anda pasti mudah melakukannya. Ketika Anda jualan skincare, maka pikirkan setelah mereka beli skincare butuh apa lagi, lipstiknya kah, serumnya kah, bedaknya? Jika Anda jualan jam tangan, apa lagi yang pembeli butuhkan sepatunya kah biar matching, bajunya, celanya, sediain itu semua dan tawarkan seketika itu juga saat closing.
Jangan cepat merasa puas dan bangga ketika closing satu produk aja. Lakukan penawaran yang lain, maksimalkan nilai transaksinya dengan menggunakan strategi ini. Itu cara termudah untuk mengoptimalkan penjualan Anda. Luaskan dan luruskan niat, bahwa sejatinya jualan itu untuk membantu orang dan menebar manfaat bukan sekedar mencari untung. Apalagi jika ditambah skill closing Anda jago, wah kebanjiran orderan sudah bukan mimpi belaka lagi. Hehe..
Semoga bermanfaat :)
Komentar
Posting Komentar